Selamat Datang Di Blog Saya

Minggu, 02 Januari 2011

MEMBEDAKAN INGUS BIASA DAN INGUS YANG TERINFEKSI

Ingus yang keluar dari hidung tidak hanya muncul saat orang pilek. Tapi beberapa kondisi lain seperti alergi atau trauma juga memicu keluarnya ingus. Ingus bisa dibedakan apakah itu ingus biasa atau ingus yang mengandung infeksi.

Ingus umumnya dihasilkan oleh lapisan sel pada saluran sinus. Cairan ini berfungsi untuk menjaga membran nasal (hidung) tetap lembab, serta berguna untuk melawan infeksi dan iritasi.

Ingus yang muncul tidak hanya disebabkan oleh infeksi. Beberapa kondisi lain juga bisa memicu timbulnya ingus seperti alergi, trauma (benturan), iritasi atau terpapar polusi udara, penggunaan obat yang disemprotkan ke hidung atau adanya masalah pada anatomi bagian hidung.

Dr Jennifer Shu dari Children's Medical Group mengungkapkan perbedaan ingus biasa dan ingus yang terinfeksi seperti dikutip dari CNN, Kamis (30/12/2010):

1. Jika ingus yang muncul akibat alergi, trauma (benturan), iritasi atau terpapar polusi udara, penggunaan obat semprot atau masalah anatomi hidung, maka tidak mengandung infeksi bakteri, virus atau mikroorganisme lainnya.

2. Ingus yang muncul tidak berwarna atau bening adalah bukan jenis ingus infeksi.

3. Jika lendir di hidung berwarna kuning, hijau atau cokelat, hal ini bisa menjadi tanda adanya infeksi di saluran pernapasan bagian atas.

4. Debit atau volume ingus yang keluar bisa menjadi tanda infeksi sinus yang disebabkan oleh bakteri. Kalau jumlahnya banyak dan sering itu pertanada ada infeksi.

5. Ingus yang mengandung bakteri biasanya disertai dengan sakit kepala, nyeri di bagian wajah terutama ketika sedang membungkuk, demam, bau mulut, tidak bisa mencium bau-bauan, gangguan telinga atau batuk yang terus menerus.

Pada infeksi bakteri umumnya berlangsung lebih dari 7 hari serta lendir yang keluar lama kelamaan justru memburuk. Jika disebabkan oleh bakteri, maka dibutuhkan bantuan antibiotik untuk menyembuhkan tapi tidak untuk infeksi virus.

"Tapi sebagian besar infeksi ini disebabkan oleh virus flu yang bisa hilang dalam waktu 7-10 hari, atau bisa juga akibat infeksi bakteri," ujar Dr Jennifer Shu dari Children's Medical Group.

KEBIASAAN SAAT FLU YANG BELUM TERUJI MANJUR

Flu rajin muncul saat musim pancaroba atau musim hujan. Saking seringnya terjadi dan bisa menyerang siapa saja, orang pun akhirnya terbiasa melakukan hal-hal yang dianggap manjur melawan flu.

Meski bukan penyakitserius tapi gejala flu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dan untuk melawan flu beberapa cara dilakukan orang yang sangat dipercaya bisa mengobati flu.

Sayangnya cara-cara itu belum teruji kemanjurannya. Lima kebiasaan yang banyak dipercaya orang itu seperti dilansirHealth.com, Jumat (31/12/2010):

1. Sup ayam bisa menyembuhkan flu
Kebiasaan ini banyak dipercaya masyarakat, terutama di negara-negara yang sering dilanda flu dan alergi. Kebiasaan ini sebenarnya untuk menghambat terjadinya peradangan atau inflamasi, tapi banyak orang menganggapnya bisa meredakan flu.

Hal ini karena asam amino sistein yang dibebaskan saat ayam dimasak menyerupai zat kimia asetilsistein. Sedangkan kaldu ayam yang ditambah rempah-rempah seperti bawang putih dan bawang bombay dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

2. Banyak makan saat flu bisa mempercepat penyembuhan
Flu seringkali membunuh selera makan seseorang, sehingga banyak orang yang menyarankan untuk banyak makan agar mempercepat proses penyembuhan. Benarkah demikian?

Secara ilmiah, bukan banyak makan yang mempercepat penyembuhan flu, melainkan kalori yang cukup dari makanan sehat dan bergizi tinggi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

3. Orang akan kena flu jika tak pakai jaket saat udara dingin
Pilek dan flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan banyak menyebar di musim dingin. Alasan utamanya bukan karena tak pakai jaket saat udara dingin, tetapi karena kekebalan tubuh yang menurun.

Bila selama musim dingin Anda selalu makan sehat dan tetap melakukan aktivitas fisik, maka Anda tidak hanya akan terhindar dari serangan flu tetapi segala macam penyakit, meski tidak menggunakan jaket.

4. Mengoleskan balsem hangat di kaki bisa meradakan flu
Pada tahun 2007, banyak beredar kabar yang menyatakan bahwa mengoleskan balsem hangat pada kaki di malam hari dan menutupnya dengan kaos kaki dapat menyembuhkan pilek dan flu.

Namun Canada Research Council menyatakan tidak ada hubungannya antara balsem di kaki dengan penyembuhan flu. Balsem hangat biasanya dioleskan ke dada atau tenggorokan dimaksudkan untuk meringankan gejala flu dengan menghirupnya, sehingga melegakan membantu mengurangi hidung tersumbat dan gangguan pernapasan yang terkait dengan pilek dan flu.

5. Rambut basah di udara yang dingin bisa bikin flu
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa flu disebabkan oleh virus, jadi tidak ada hubungannya antara rambut basah dengan flu. Tetapi lain hal ketika Anda mengalami hipotermia (menurunkan suhu tubub secara drastis). Hipotermia bisa membuat Anda menjadi lebih rentan terhadap infeksi, sehingga rambut atau pakaian yang basah dapat meningkatkan kerentanan tersebut.