Selamat Datang Di Blog Saya

Sabtu, 14 Mei 2011

DPR CUTI BERSAMA, SELURUH RAKER BERSAMA PEMERINTAH BATAL


Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Senin besok juga ikut libur tidak menjalankan kegiatan seperti biasanya. Hal ini berlaku semenjak diputuskannya Senin 16 Mei 2011 besok menjadi hari cuti bersama oleh pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar Satya W Yudha ketika dikonfirmasidetikFinance, Jakarta (14/5/2011).

"Karena ada cuti mendadak, jadi libur," singkatnya.

Satya juga menambahkan, beberapa Komisi di DPR yang semula dijadwalkan agada agenda kerja pada Senin nanti terpaksa ditunda dan digeser pada hari Rabu 18 Mei 2011.

"DPR libur semua besok, jadi jadwal Komisi VII Senin besok dengan BPH Migas ditunda jadi Rabu," jelas Satya.

Di tempat yang terpisah, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), Tubagus Haryono juga menyatakan bahwa karena ada libur pada Senin nanti, rapat dengan Komisi VII terpaksa ditunda.

"Senin besok ditunda, kan PNS libur semua," kata Tubagus.

Seperti diketahui, Humas Menko Kesra dalam siaran persnya menyatakan, dalam rangka efisiensi dan efektifitas hari kerja, hari libur dan cuti bersama, maka diputuskan bahwa Senin 16 Mei dinyatakan sebagai cuti bersama.

Keputusan itu didasarkan pada keputusan bersama menteri pendayagunaan dan RB, Menteri Agama dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, SKB no 2 tahun 2011 dan SKB/01/M.Pan-RB/05/2011.

Seperti diketahui, hari Senin 16 Mei merupakan 'Hari kejepit nasional' karena pada 17 Mei 2011 adalah libur memperingati Hari Waisak.

FADEL : IKAN INDONESIA BEBAS RADIASI NUKLIR


Jakarta - Meledaknya reaktor nuklir di Fukushima Jepang pasca Tsunami dipastikan tidak akan mencemari perairan Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengungkapkan isu yang menyatakan ikan di Indonesia tercemar radiasi nuklir asal Jepang tidak benar.

"Efek langsungnya terhadap laut Indonesia dipastikan akan sangat minimal, bahkan apabila reaktor nuklir di Fukushima berada pada situasi terburuk sekalipun," ujar Fadel ketika ditemui di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (23/3/2011).

Menurut Fadel, seandainya perairan laut di sekitar Fukushima tercemar oleh senyawa radioaktif, jauhnya jarak antara Jepang dan Indonesia akan menyebabkan mengecilnya efek senyawa tersebut dikarenakan terjadinya pengenceran terus menerus sepanjang perjalanan ribuan mil laut dari Jepang ke Indonesia.

Dikatakan Fadel, bencana Fukushima masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang terjadi di Chernobyl pada April 1986 lalu. Hal tersebut, lanjut Fadel menunjukkan bencana Fukushima hanya menimbulkan dampak yang kecil pada ekosistem laut Jepang sehingga tidak menyebabkan laut Indonesia maupun biota di dalamnya tercemar.

"Kekhawatiran akan terjadinya migrasi ikan dari Jepang yang telah terkontaminasi radiasi nuklir juga dipastikan sangat kecil. Hal ini dikarenakan ikan yang hidup di perairan Pasifik bagian utara berbeda dengan ikan di perairan Pasifik sebelah selatan termasuk di sekitar khatulistiwa," ungkap Fadel.

Meskipun sampai saat ini belum ditemukan adanya bukti bahwa ikan asal Jepang terkontaminasi radioaktif, namun untuk meyakinkan masyarakat Fadel mengatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menghentikan masuknya komoditas kelautan dan perikanan khususnya ikan asal Jepang ke Indonesia.

"Selain menghentikan impor untuk sementara, KKP juga akan bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional untuk menguji kandungan radioaktif terhadap sampel ikan hasil tangkapan di perairan pasifik," tandasnya.