Selamat Datang Di Blog Saya

Sabtu, 14 Mei 2011

KEPUTUSAN FINAL : BEI BUKA PERDAGANGAN SAHAM 16 MEI


Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengubah keputusannya dan tetap membuka perdagangan bursa di pasar modal pada Senin 16 Mei 2011. Ini merupakan keputusan final setelah 2 keputusan yang dibuat sebelumnya.

Hal ini disampaikan oleh Direktur BEI Wan Wei Yiong saat dihubungi, Jumat (13/5/2011).

"Karena adanya update perubahan dari Bank Indonesia (BI) yang tetap membuka layanan kliringnya, maka Senin bursa tetap buka," ujar Wei.

Seperti diketahui, BI mengubah keputusannya terkait cuti bersama pada Senin 16 Mei 2011. Kali ini BI mengatakan sistem kliring nasional dan RTGS tetap dibuka, sehingga bisa beri layanan.

"Kliring-RTGS, dan transaksi pelayanan tunai BI tetap buka. Ini dinamakan operasional terbatas," tegas Plt Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Difi Ahmad Johansyah.

Sebelumnya BI mengatakan menutup layanan RTGS dan kliring di hari Senin 16 Mei 2011 karena mengikuti cuti nasional pemerintah. Ini diikuti oleh BEI dengan memutuskan menutup perdagangan bursa di Senin.

Namun BI mengubah keputusannya dengan membuka layanan kliring dan RTGS untuk membantu pelaku ekonomi yang memang sudah merencanakan kegiatan ekonomi hari Senin nanti.

"Jadi kita tetap berikan layanan. Kita sebut operasional terbatas," imbuh Difi.

Humas Menko Kesra dalam siaran persnya menyatakan, dalam rangka efisiensi dan efektifitas hari kerja, hari libur dan cuti bersama, maka diputuskan Senin 16 Mei dinyatakan sebagai cuti bersama.

Keputusan itu didasarkan pada keputusan bersama menteri pendayagunaan dan RB, Menteri Agama dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, SKB no 2 tahun 2011 dan SKB/01/M.Pan-RB/05/2011.

Seperti diketahui, hari Senin 16 Mei merupakan 'Hari kejepit nasional' karena pada 17 Mei 2011 adalah libur memperingati Hari Waisak. 

HARGA KOMODITAS JATUH, WALL STREET TERKOREKSI


Jakarta - Bursa Wall Street melemah untuk pekan keduanya setelah mengalami koreksi pada perdagangan Jumat menyusul jatuhnya harga-harga komoditas. Hal ini mengindikasi banyaknya investor yang mencoba menarik dana dalam rangka mengamankan portofolionya.

Kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia menjadi pemicu pelepasan saham tersebut, ditambah pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve, juga bertambah parahnya krisis utang Eropa.

Sentimen tersebut tak hanya membuat saham-saham jatuh, tetapi juga menjegal pergerakan nilai tukar Euro. Pergerakan bursa Paman Sam dan Euro ini sangat mirip dalam sepekan terakhir. 

Saham-saham finansial terkena koreksi paling dalam, di Indeks S&P ambruk sampai 1,5%. Penurunan harga komoditas pun membuat tekanan jual juga melanda saham-saham berbasis komoditas.

"Saya kira ini koreksi paling dalam pertama yang melanda pasar saham," kata Manager Portofolio TEAM Asset Strategy Fund James Dailey di Harrisburg, Pennsylvania, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (14/5/2011).

"Koreksi terbanyak terjadi pada sektor yang memang sudah jatuh sebelumnya, yaitu di saham-saham berbasis komoditas," jelasnya.

Indeks Dow Jones ambruk 100,17 poin (0,79%) ke level 12.595,75. Indeks Standard & Poor's 500 turun 10,88 poin (0,81%) ke level 1.337,77. Indeks Komposit Nasdaq melemah 34,57 poin (1,21%) ke level 2.828,47.

Dalam sepekan, Indeks Dow Jones turun 0,3%, Indeks S&P 500 kehilangan 0,2% dan Indesks Komposit Nasdaq naik justru tipis 0,03%.