Selamat Datang Di Blog Saya

Selasa, 19 Juni 2012

Agar Tak Direpoti Buang Air Kecil Saat Sedang Tidur Malam


Jakarta, Segelas air yang Anda minum sebelum tidur ternyata bukan satu-satunya alasan yang membuat Anda buang air kecil di tengah malam. Ternyata, gen juga menjadi alasan yang membuat Anda terpaksa bangun tidur dan pergi ke kamar mandi. 

Meskipun Anda mungkin membatasi minum terlalu banyak sebelum pergi tidur, urgensi untuk kencing mungkin lebih berkaitan dengan gen Anda daripada seberapa banyak minuman yang Anda minum. 

Sebuah tim peneliti di Jepang mengamati pola buang air kecil tikus untuk mempelajarinya. Peneliti menemukan bahwa sel-sel otot kandung kemih sering diatur oleh irama sirkadian, yaitu pengatur siklus bangun dan tidur yang dapat dipengaruhi oleh gen. 

Seseorang dengan irama sirkadian normal, kemungkinan terbangun dari tidur untuk buang air kecil di tengah malam sangat kecil. Sehingga Anda memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat tanpa terganggu. 

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications. "Sesekali harus buang air kecil pada malam hari sebenarnya bukan masalah, tetapi akan menjadi masalah ketika Anda harus berulang kali buang air kecil di malam hari yang disebut nokturia, atau poliuria malam," kata Beri Ridgeway, MD, seorang urogynecologist di Cleveland Clinic, seperti dilansir dari mnn, Selasa (19/6/2012). 

Nokturia akan membuat Anda terbangun dari tidur karena kebutuhan yang kuat untuk buang air kecil, sehingga Anda tidak dapat kembali tidur sampai Anda mengosongkan kandung kemih Anda. 

Kekuatan dan kapasitas kandung kemih tidak berubah seiring dengan bertambahnya usia, sehingga penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan urgensi buang air kecil di tengah malam. 

Jika dokter Anda telah mengesampingkan masalah medis, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda tidak terganggu di malam hari karena urgensi buang air kecil, antara lain: 

1. Kurangi minum sebelum tidur 

Mengurangi jumlah cairan yang Anda minum sebelum Anda pergi tidur adalah solusi yang terbaik untuk mengurangi buang air kecil pada malam hari. Hindari juga minuman diuretik seperti alkohol dan kafein mulai empat jam sebelum tidur, karena dapat meningkatkan urgensi untuk buang air kecil. 

2. Kurangi pembengkakan kaki 

Percaya atau tidak, mengangkat kaki yang bengkak hingga sejajar dengan posisi jantung Anda beberapa jam sebelum tidur dapat mengurangi urgensi untuk buang air kecil pada malam hari. 

"Ketika Anda berbaring, badan menyerap semua cairan dari jaringan yang bengkak tersebut dan akan mengalir ke ginjal untuk diproduksib sebagai urine. Dengan cara tersebut, Anda dapat mengurangi produksi urine di ginjal," jelas Ridgeway. 

3. Segeralah memeriksakan diri 

Jika Anda menduga kandung kemih terlalu aktif, konsultasikan kondisi Adnda tersebut dengan dokter. Ada obat dan bahkan terapi fisik yang dapat mengurangi urgensi buang air kecil. 

4. Kurangi garam 

Kadar garam yang tinggi dalam makanan dapat menyebabkan tubuh Anda menyimpan cairan ekstra dan meningkatkan produksi urine pada malam hari. Hindari makanan berat yang rasanya asin, khususnya di malam hari. 

5. Rutin berolahraga 

Olahraga dapat membantu pengaturan ritme sirkadian Anda.


Masalah-masalah Terbesar di Ranjang Akhirnya Terpecahkan!


Jakarta, Hubungan seksual merupakan komponen penting dalam kehidupan berumah tangga. Jika muncul sedikit saja masalah, bisa-bisa hal ini akan mempengaruhi keutuhan rumah tangga itu sendiri. 

Masalahnya pun beragam, namun yang terbesar ada 5 macam, mulai dari kesulitan bercinta pasca kehamilan, pasutri tak punya cukup waktu untuk bercinta hingga gairah seks yang menurun. 

Untuk mengatasinya, simak paparan solusi terbaik untuk masalah-masalah terbesar Anda di ranjang itu seperti dilansir daritimesofindia, Selasa (19/6/2012) berikut ini. 

1. Seks Pasca Kehamilan 

Sebenarnya masalah ini cukup klise. Ketika ada anak maka keintiman pasangan seperti melayang begitu saja, digantikan dengan aktivitas merawat bayi seharian yang tentu saja sangat melelahkan. 

Anda pun telah mengubah definisi tentang diri Anda sendiri, dari semula pasangan suami istri menjadi orangtua. 

Jika Anda dan pasangan ingin berhubungan seksual pasca melahirkan, mulailah merencanakan kencan lagi dengan pasangan, mungkin dengan membawakannya hadiah atau bunga. Selain itu, siapkan tempat yang pas untuk bercinta, termasuk menyiapkan diri Anda sendiri. 

Bagi si ayah, cobalah untuk kembali berpikir tentang seks setiap 20 menit sekali agar Anda mudah terangsang. Mintalah bantuan teman atau saudara untuk merawat anak Anda agar Anda dan pasangan bisa berduaan dan menikmati waktu untuk kembali berhubungan seksual secara rutin. 

2. Seks Pasca Serangan Jantung 

Seks itu baik bagi jantung dan kesehatan Anda. Ketika divonis menderita penyakit jantung, bukan berarti Anda harus berhenti berhubungan seksual sama sekali, kecuali jika kondisinya sudah sangat parah. 

Bahkan dalam banyak kasus penyakit jantung, sebenarnya aktivitas seksual itu sangat bermanfaat karena seks setara dengan olahraga ringan yang meningkatkan jumlah denyut jantung, tekanan darah dan konsumsi oksigen. 

Sebuah penelitian memang telah membuktikan bahwa kurang dari satu persen dari semua jenis kematian akibat koroner terjadi selama atau setelah hubungan seksual. Namun para dokter percaya bahwa manfaat terapi seks justru lebih besar daripada risikonya. 

3. Kurangnya Waktu Bercinta 

Tidak ada cara lain untuk mengatasi hal ini. Jika kehidupan seksual berarti bagi Anda berdua, tentunya harus ada yang dikorbankan. 

Langkah pertama adalah membicarakannya dengan pasangan. Hal ini untuk mendapatkan persetujuan pasangan bahwa Anda ataupun dia perlu membuat beberapa perubahan, terutama dalam hal waktu seperti mengusahakan untuk pulang cepat. 

Tujuan meminta pasangan untuk pulang lebih awal pada suatu malam adalah agar Anda dan pasangan bisa melakukan aktivitas bersama, meskipun hanya makan malam. 

Daripada pusing-pusing, beli saja makanan dari luar atau delivery. Dengan memulai malam bersama, seks bisa jadi menu Anda dan pasangan malam ini. 

4. Disfungsi Ereksi 

Disfungsi ereksi bisa jadi merupakan gejala dari tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan adanya penyumbatan pada arteri Anda sehingga memerlukan penyelidikan dan pengobatan. 

Frekuensi ereksi sendiri sebenarnya bukanlah satu-satunya hal yang berubah bersamaan dengan usia. Semakin bertambah usia seorang pria maka ereksinya tidak lagi kuat. 

Penis secara bertahap berhenti mengeras seperti ketika ia masih muda dan hampir semua orang mengalami kesulitan mempertahankan ereksinya setelah berusia 50 tahunan. Bahkan beberapa orang telah mengalaminya sejak usia 45 tahun. 

Namun selama Anda masih bisa ereksi, tanyakan kepada dokter obat yang dapat membantu Anda mengatasi disfungsi ereksi atau mempertahankan ereksi Anda. 

5. Gairah Seks Menurun 

Anda bisa saja mencoba kembali menjadi seperti pasangan pengantin baru tapi perasaannya mungkin takkan bisa sama persis. Semangat bercinta yang berapi-api saat masih muda ini akan menurun karena hubungan masuk ke fase dewasa. 

Berbeda dengan masa-masa itu, sebuah hubungan yang dewasa memiliki kenikmatan tersendiri, diantaranya dari tingkat kepuasan hubungan dan kepercayaan satu sama lain, sedangkan seks, bukan lagi menjadi makanan utamanya tetapi hanya seperti makanan penutup saja. 

Sekarang Anda bebas untuk membuat makanan penutup apa yang Anda suka. Pikirkan variasinya dan buatlah skenario-skenario baru yang bisa merangsang Anda dan pasangan kembali.