Selamat Datang Di Blog Saya

Selasa, 01 Januari 2013

MANAJEMEN DATA SISI SERVER




Manajemen Data Sisi Server

MODBMS (Moving Object DBMS)
MODBMS (Memindahkan Obyek DBMS) adalah sebuah DBMS yang menyimpan dan mengelola informasi lokasi serta dinamis lainnya informasi tentang obyek bergerak. MODBMS memungkinkan seseorang untuk mewakili benda-benda bergerak dalam database dan untuk menanyakan pertanyaan tentang gerakan tersebut. Daerah MODBMS merupakan bidang yang belum dijelajahi relatif terhadap RDBMS atau DBMS Spasial di mana beberapa karya yang telah dilakukan dalam standarisasi dan komersialisasi.

Teknologi Web
Teknologi untuk membentuk aplikasi Web yang dinamis :
1.      Teknologi pada sisi klien (client-side technology)
2.      Teknologi pada sisi server (server-side technology)

Client dan Server merupakan item proses (logika) terpisah yang bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas sebagai berikut:
·         Service : Menyediakan layanan terpisah yang berbeda
·         Shared resource : Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur pengaksesan resource .
·         Asymmetrical Protocol : antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.
·         Transparency Location : proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.
·         Mix-and-match : tidak tergantung pada platform
·         Message-based-exchange : antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message.
·         Encapsulation of service : message memberitahu server apa yang akan dikerjakan.
·         Scalability : sistem C/S dapat dimekarkan baik vertical maupun horisontal
·         Integrity : kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada komputer tersendiri.

Karakteristik sisi server (Server Side)
·         Pasif
·         Menunggu permintaan dari client
·         Menerima permintaan dari client, kemudian memproses permintaan tersebut dan memberikan balasan / menjawab permintaan kepada client
·         Biasanya menerima koneksi dari sejumlah besar client
·         Tidak berinteraksi langsung dengan pengguna akhir

 Keuntungan Client-Server
Ada beberapa keuntungan yang dapat kita ambil dari penggunaan manajemen data telematika client server ini. Berikut adalah beberapa keuntungan tersebut :
1.      Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
2.      Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.
3.      Semua data disimpan di server Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.
4.      Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit.
5.      Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.

Kelemahan Client Server
Selain memiliki kelemahan, penggunaan client server juga tentunya memiliki kelemahan. Berikut adalah kelemahan-kelemahan tersebut :
1.      Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.
2.      Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.
3.      Pada client-server, ada kemungkinan server fail.
4.      Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request.

 sumber : http://azhar-artazie.blogspot.com/2012/12/manajemen-data-sisi-server.html

MANAJEMEN DATA SISI KLIEN

 
Manajemen Data Sisi klien

Manajemen data ini dapat diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi beban proses loading antara client dan server. Dalam perkembangannya, client server dikembangkan oleh dominasi perusahaan-perusahaan software yaitu Baan, Informix, Microsoft, dll. Istilah tier dalam server adalah untuk menjelaskan pembagian sebuah aplikasi yang melalui client dan server. Pembagian proses kerja adalah bagian uatama dari konsep client / server saat ini.

Karakteristik sisi client (Client side)
·         Selalu memulai permintaan layanan
·         Menunggu dan menerima balasan dari server
·         Biasanya terhubung dengan server-server kecil dalam satu waktu
·         Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir (end user) dengan menggunakan GUI(Graphical User Interface).

Teknologi pada sisi Klien :
·         Kontrol Active X
·         Java Applet
·         Client-side script (JavaScript dan VBScript)
·         DHTML (CSS / Cascading Style Sheets)
·         Teknologi pada sisi Server :
·         CGI
·         FastCGI
·         Proprietary Web Server API (ISAPI dan NSAPI)
·         Active Server Pages (ASP)
·         Java Server Pages (JSP) dan Java Servlets
·         Server-side JavaScript
·         PHP


Berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa kolaborasi arsitektur sisi client dan sisi server beserta kelebihan dan kekurangannya yaitu:

1.      Standalone (one-tier)

Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host.

Kelebihan arsitektur one-tier :
·         Cepat dalam merancang dan mengaplikasikannya.
·         Mudah digunakan.

Kelemahan arsitektur one-tier :
·         Tingkat kemanannya sulit.
·         Skala kecil.
·         Tidak memungkinkan adanya re-usable component dan code.


2.      Client/Server (two tier)
Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyakclient dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan.

Kelebihan dari model client/server :
·         Menangani database server secara khusus.
·         Mudah digunakan.
·         Lebih cocok digunakan untuk bisnis kecil.

Kekurangan dari model client/server :
·         Tidak ada keterbaharuan kode.
·         Kurangnya skalabilitas.
·         Skala kecil.
·         Dari segi pengamanan sulit.


3.      Three Tier
Arsitektur Three Tier ini banyak sekali diimplementasikan dengan menggunakan Web Application. Karena dengan menggunakan Web Application, Client Side (Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser. Dan saat komputer client melakukan inputan data, maka data tersebut dikirimkan ke Application Server dan diolah berdasarkan business process-nya. Selanjutnya Application Server akan melakukan komunikasi dengan database server.

Kelebihan arsitektur Three Tier :
·         Skala besar.
·         Transfer informasi antara web server dan server database optimal.
·         Apabila terjadi kesalahan pada salah satu lapisan tidak akan menyebabkan lapisan lain ikut salah.

Kekurangan arsitektur Three Tier :
·         Lebih susah untuk merancang.
·         Lebih susah untuk mengatur.
·         Lebih mahal.

sumber : http://azhar-artazie.blogspot.com/2012/12/manajemen-data-sisi-klien.html